• Retorika Online

    Foto bersama peserta press education LSP Retorika yang pertama

  • Retorika Online

    Penyerahan Sertifikat dari pimpinan umum, Taufik Hadi Gunawan LSP Retorika periode 2010 kepada moderator M.Nurhusna

  • Retorika Online

    Saat Hunting bersama LSP Retorika di puncak Bogor

  • Retorika Online

    Penyerahan sertifikat dari pimpinan redaksi retorika, Anton surahmat kepada peserta press education

  • Retorika Online

    Vini bersama peserta saat praktek lapangan

  • Retorika Online

    Pelantikan Pengurus Periode 2011-2012. Dengan Pimpinan Umum Suhayadana

  • Retorika Online

    Gedung B Universitas Djuanda Bogor

  • Retorika Online

    Saat Menelusuri Kebun Teh Di Kawasan Puncak Bogor

  • Retorika Online

    Gebyar 24 Seni Budaya Minim Pengunjung

LSP RETORIKA HUNTING BERITA

0 komentar

Laporan : Tya Larasati

PUNCAK.Minggu (25/09) Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkar Studi Pers (LSP) Retorika Universitas Djuanda (UNIDA) mengadakan Hunting Berita ke Telaga Warna, sebuah tempat wisata alam yang berada di Kawasan Puncak Bogor. Kegiatan yang hanya diikuti oleh lima orang anggota LSP itu bertujuan untuk mengasah kemampuan nalar dan kepekaan setiap anggota dalam menjadikan setiap hal yang dilihat sebagai objek pemberitaan. Tak hanya itu, hunting berita tersebut juga merupakan ajang silaturahim bagi para anggota pasca lebaran.

Sebelum pencarian berita, Pimpinan Redaksi, Anton Surahmat mengadakan briefing bagi para anggota mengenai tahapan pencarian berita. Menurutnya, cara pendekatan terhadap narasumber perlu diperhatikan karena akan sangat berbeda menghadapi narasumber masyarakat biasa dengan orang yang memiliki jabatan. Selain itu, peserta dilatih bagaimana menghadapi berbagai karakter narasumber.

Untuk melatih keterampilan mencari berita, peserta dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok tersebut bebas membuat jenis berita apapun dan tanpa dituntut dengan suatu tema. Meski proses pencarian berita sempat terkendala oleh peraturan tempat wisata yang ketat, dimana proses peliputan perlu rekomendasi dan izin langsung dari penanggung jawab taman wisata yang saat itu tidak berada di tempat, namun kegiatan hunting berita dapat berjalan lancar.






UNIVERSITAS DJUANDA RAMBAH BISNIS DIGITAL

0 komentar

BOGOR – Universitas Djuanda (Unida) Bogor berencana membangun Media Center sebagai pusat bisnis informasi dan data di masa mendatang. Rencana itu menguat setelah Diskusi Bisnis Media berlangsung antara Universitas Djuanda dengan Megaswara, di Ruang Pasca Sarjana Unida, Kamis (11/8). Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini membahas, bagaimana peluang Universitas Djuanda dalam membangun pusat media informasi yang berbasis digital.
Rektor Universitas Djuanda Martien Roestamy, mengatakan, perlu bagi Unida untuk menggali segala potensi bisnis yang dimiliki. Dalam pernyataannya, ia berpendapat Unida bisa menjadi kampus mandiri yang pembiayaan operasioalnya tidak hanya bergantung pada iuran SPP Mahasiswa tapi juga dari bisnis yang dijalankannya. Konsep seperti ini sudah dijalankan beberapa perguruan tinggi internasional, diantaranya Harvard yang lebih dari 70 % pembiayaan operasional universitas berasal dari unit – unit bisnis mereka. “Universitas Harvard pembiayaannya hanya 25% dari SPP,” katanya.
Direktur Operasional Megaswara Ir. Pramudya Kadarisman berpendapat, Unida memiliki peluang besar untuk membangun pusat bisnis informasi asalkan mampu mensinergikan segala potensi yang dimilikinya. Menurutnya, dengan semakin berkembangnya teknologi dan informasi, media online adalah peluang paling baik bagi Unida untuk memulai langkahnya membangun suatu bisnis Media Center. Ia memaparkan, pengguna internet selama tahun 2009 sudah mencapai lebih dari 30 juta. Dan ia memprediksi jumlah itu akan bertambah menjadi 70 juta di tahun 2014. “comercial share online sudah mencapai 40%,” tukasnya.
Pramudya menambahkan, untuk membangun media center secara online, Unida bisa membuka televisi dan radio streaming, perpustakaan online, atau situs berita online. Dan yang terpenting bagaimana Unida meramu konsep yang menarik sesuai dengan target market, promosi, dan pelayanan yang ditawarkan. “Cukup mulai target market dari Bogor dulu,” sarannya.
Meski demikian, terhitung beberapa kendala yang masih menghadang antara lain, ketersediaan infrastruktur IT dan sumber daya profesional. Menanggapi hal tersebut, Kepala Lembaga sumber daya informasi dan  perpustakaan (LSDIP) Unida, Reki Wicaksono Ashadi menjelaskan, Unida masih terus berbenah untuk menyiapkan infrastruktur IT yang dibutuhkan. Namun, ia yakin hal tersebut bisa dipenuhi dalam waktu dekat ini. “Infrastruktur kita belum dimaksimalkan,” ucapnya. Hingga saat ini, Unida memiliki 4 buah server yang digunakan untuk jaringan Intranet, Bank Data, dan Anti virus. Hanya saja, untuk membuat televisi atau radio streaming Unida perlu meningkatkan bandwidth yang ada. Terkait masalah sumber daya manusia, Unida akan menyiapkan pengelola dari profesional ataupun dari mahasiswa. “Kami mengharapkan mahasiswalah yang mengelola,” harapnya.
Rencananya, situs berita online yang Unida akan rampungkan melingkupi wilayah Bogor dan sekitarnya. #anton surahmat

SATGAS PELAJAR “Mendisiplinkan Tanpa Kekerasan”

0 komentar

Oleh: Anton Surahmat
Bogor - Kesuksesan erat kaitannya dengan kedisiplinan. Dengan menerapkan kedisiplinan seseorang mampu menjadi pribadi yang teguh dan profesional dalam karirnya. Pentingnya kedisiplinan ini disadari betul oleh Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam (YPSPI) Amaliah, yang membentuk Satgas Pelajar guna menertibkan siswa – siswi yang melanggar peraturan – peraturan sekolah.
“Satgas ini adalah penegak disiplin siswa,” ujar Komandan Satgas Pelajar Amaliah Hendro Cahyono. Ia berkata, penerapan disiplin sangat perlu diterapkan supaya para pelajar menjadi siswa – siswi yang berkarakter dan taat pada peraturan sekolah yang berlaku. Selain itu, Satgas Pelajar juga berupaya mengamankan siswa – siswi dari tindakan kriminal yang mungkin terjadi di area sekolah seperti tawuran, pencurian, hingga narkoba. “Dengan adanya satgas siswa taat pada aturan yang berlaku kedua, siswanya punya karakter bertauhid,” tuturnya pada (Radar/LSP), Senin (8/8) di sekretariat keamanan YPSPI, Ciawi – Bogor.
Satgar Pelajar Amaliah telah beroperasi sejak 11 Juli. Dan terdiri dari 4 petugas yang berjaga di wilayah lingkar Kampus Unida, SD, SMP, SMA, dan SMK Amaliah, hingga Masjid Amaliah. Mereka bertugas dari jam 6 pagi hingga 3 sore. Senin hingga Sabtu.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Amaliah 1 Sahrul Kamal menyatakan, beroperasinya Satgas Pelajar sangat membantu kinerja guru memantau ketertiban siswa – siswi dalam mematuhi peraturan – peraturan sekolah. Para guru kini bisa lebih berkonsentrasi dalam mengajar dibandingkan menyisir pelajar yang melanggar peraturan sekolah. Hal ini, tentu membuat produktivitas guru semakin tinggi. “Alhamdulillah kami akhirnya bisa lebih konsentrasi dalam pelaksanaan program,” tukasnya.
Sementara, Wakasek Kemahasiswaan SMA Amaliah Elly Yulianti mengungkapkan, harapannya agar kegiatan Satgas Pelajar berkesinambungan. Dan tidak hanya menjaring siswa nakal dari sekitar Amaliah saja, tapi juga siswa sekolah lain yang tertangkap bolos, merokok, ataupun tidak berpakaian sesuai tata tertib. Ia juga menekankan, pentingnya Satgas Pelajar tidak melakukan tindak kekerasan selama proses penertiban. “Tindakan kekerasan tidak setuju,” tegasnya. Baginya, yang terpenting Satgas Pelajar tidak bertindak sebatas pemantau tapi juga menjadi pengayom bagi para siswa. “ Anggaplah itu siswa – siswi mereka,” tukasnya.
Persetujuan juga datang dari para pelajar, Halimah siswi kelas XI SMA Amaliah mengatakan, ia sangat senang dengan adanya Satgas Pelajar. Menurutnya, para siswa sekarang cenderung lebih patuh pada peraturan karena ada yang mengawasi. “Yang dulu enggak teratur sekarang lebih teratur,” katanya.
Senada dengan Halimah, Siswa SMA Amaliah Cepi mengungkapkan, adanya Satgas Pelajar ini membuat kedisiplinan para siswa lebih baik. Namun, ia berharap Satgas Pelajar bisa lebih halus dalam menegur para pelajar yang melanggar. “Ya kalau bisa jangan dibentak,” harapnya.

 
Retorika Online © 2011 | Designed by Retorika Online, in collaboration with Unida Online, Email LSP Retorika and Marketing Iklan