Mengintip Proses Seleksi Ujian Masuk Program Beasiswa PKD

Program Beasiswa PKD diharap mampu melahirkan kader – kader dakwah bertauhid yang professional di bidangnya

Oleh: Anton Surahmat
Bogor – Keringat dingin bercucuran dari kening peserta tes beasiswa Program Pendidikan Kader Dakwah (PKD) Universitas Djuanda Saefullah. Konsentrasinya tercurah penuh kepada kertas soal dan jawaban di depannya. “Soalnya gampang – gampang susah,” kata Saefullah. Pagi itu, ia dan 70 orang peserta tes Program PKD tengah berjuang memperebutkan sepuluh jatah beasiswa penuh yang ditawarkan Universitas Djuanda, di Gedung B Aula Fipsi, Selasa (9/8).
Perjalanan Saefullah menuju lokasi berlangsungnya tes tidaklah mudah. Ia harus menempuh dua jam perjalanan dari Tangerang menuju Bogor untuk mengikuti Tes PKD ini. Dia berharap bisa lolos seleksi PKD dan meneruskan cita – citanya menjadi guru. Saefullah yang mengambil jurusan pendidikan Islam ini mengaku, telah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dengan cara menghafal berbagai latihan soal psikotes SNMPTN tahun ini. “insyallah yakin,” tekadnya.
Saefullah tidak sendiri, peserta lain Alif yang berasal dari MA Raudhatul Ulum Semarang mengaku, ia sangat berhasrat melanjutkan pendidikannya ke universitas melalui program PKD ini. Menurutnya, program beasiswa PKD yang ditawarkan Universitas Djuanda sangat menarik. Karena selain mendapat dukungan penuh secara finansial untuk menyelesaikan kuliah hingga lulus. PKD juga mendidik anggotanya menjadi pendakwah yang seimbang dari segi spiritual, emosional, dan intelektual. “Saya cari pengalaman,” ujarnya tersenyum. Seperti Saefullah Alif pun, mengambil tes jurusan Pendidikan Islam.
Setiap tahun, Unida rutin membuka pendaftaran calon mahasiswa Program PKD. Para calon mahasiswa PKD harus mengikuti serangkaian seleksi yakni, tes Pendidikan Agama Islam, Potensi Akademik, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Khusus bagi calon mahasiswa PKD yang memilih jurusan Pendidikan Islam mesti mengikuti tes tambahan berupa Pendidikan Bahasa Arab.

Para mahasiswa yang lolos seleksi akan mendapatkan tunjangan uang kuliah secara penuh sampai lulus. Hingga saat tes seleksi dilaksanakan, tercatat 101 berkas pendaftaran telah masuk. Dan hanya 97 berkas yang memenuhi syarat. Kepala Biro Promosi dan Penerimaan Mahasiswa (BPPM) Universitas Djuanda Dedi Supardi menjelaskan, rangkaian tes yang dilakukan untuk menjaring mahasiswa PKD yang berkualitas. Unida bahkan menyiapkan psikiater untuk mewancarai kesiapan psikologi calon mahasiswa PKD dalam menjalani Program PKD kelak. Hal ini untuk mewujudkan kader yang tidak hanya berkualitas dari segi spritiual dan intelektual tapi juga emosional. Sehingga mampu menjadi pemimpin yang profesional namun berbasis tauhid. “Ahli dalam bidang apa saja tapi tetap berbasis tauhid, seimbang,” tegasnya.
Salah seorang mahasiswi PKD Dian mengatakan, ia bersyukur bisa diterima menjadi mahasiswi Program PKD. Sejak bergabung dengan PKD, Ia merasa lebih disiplin serta tertantang menyalurkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Tak heran, karena ia dan rekan - rekan Program PKD lainnya diwajibkan mengajar di beberapa sekolah untuk mengamalkan ilmu yang didapatkan dari Program PKD diantaranya, menghafal Al – Qur’an. “udah menjadi komitmen dari awal. Kita harus disiplin karena udah ada kegiatan yang wajib diikuti,” kata Dian yang juga bercita – cita menjadi Peneliti Makanan Rekayasa Genetik ini.
Proses penjaringan mahasiswa baru Program PKD akan berlanjut pada sesi wawancara. Kurang lebih 30 peserta yang lolos tahap seleksi tulis akan mengikuti tahap wawancara dalam waktu dekat.

0 komentar:

 
Retorika Online © 2011 | Designed by Retorika Online, in collaboration with Unida Online, Email LSP Retorika and Marketing Iklan