HARI KEMERDEKAAN

Djuanda /15/08/2011
LSP I Iis Solihah

Momentum Kebangkitan Umat dan Negara

Hari bersejarah bangsa Indonesia tinggal menghitung hari, tiga hari ke depan rakyat akan menyambut tanggal, bulan dan tahun bersejarah yang tak akan terlupakan sepanjang masa. Ini merupakan kali kedua sama seperti tahun sebelumnya peringatan kemerdekaan Indonesia jatuh bertepatan di bulan suci ramadhan. Yang paling istimewanya lagi peringatan hari kemerdekaan tahun ini sama persis berbarengan dengan peringan Nuzulul Quran 17 (tujuh belas) ramadhan peringatan pertama kali al-quran diturunkan ke muka bumi. Sungguh luar biasa ALLAH sang pengatur waktu dan skenario, semoga peringatan kemerdekaan bangsa Indonesia kali ini membawa keberkahan bagi bangsa dan negara seiring keberkahan yang amat besar yang ALLAH turunkan pada bulan penuh keberkahan di bulan ramadhan ini.
Ust. Imam mesjid raya bogor mengatakan dalam kultum shalat tarawihnya bahwa momentum peringatan hari kemerdekaan ini adalah momentum dimana negara Indonesia menjadi negara yang lebih dewasa, mandiri dan merdeka secara hakiki. Karena jika dilihat dari sumber daya, negara Indonesia memiliki kekayaan yang amat melimpah ruah dari mulai gas alam, minyak bumi, batu bara dan kekayaan alam lainnya yang jika dikelola dengan benar tanpa adanya kepentingan per orangan tentu Indonesia sudah pasti akan menjadi negara maju, rakyatnya sejahtera, sandang, pangan dan papanya tercukupi tanpa harus bergantung pada impor negara lain.
Beliau pun mengatakan bahwa peringatan kemerdekaan ini terjadi pada tanggal dan tahun yang sangat tepat. Tanggal 17(tujuh belas) memiliki makna yang amat dalam bagi kita yang beragama muslim. Ini berkaitan dengan shalat wajib yang kita kerjakan selama sehari semalam, jika dihitung semuanya berjumlah 17 (tujuh belas) rakaat. Juga kemerdekaan Indonesia ini terjadi tepat di tahun 40-an dimana angka 40 (empat puluh) merupakan tanda matangnya kedewasaan, kemandirian seseorang, dimana pada usia ini hatinya sudah teguh, tidak mudah terpengaruh dan terombang ambing oleh emosi sesaat. Hal demikian pun dikutip dalam al-quran bahwa kematangan kedewasaan itu akan dicapai secara sempurna pada usia 40 (empat puluh) tahun. ”Ini menjadi alasan pula bahwa mengapa rasulullah dingkat menjadi nabi ketika beliau berusia 40(empat puluh) tahun.”   begitu tuturnya.
Pesan terakhir yang beliau sampaikan dalam kultum berdurasi lima belas menit ini adalah perlu bagi kita umat muslim sekalian mentafakuri ayat ALLAH dalam QS. An-nahl ayat ke-112 berkaitan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-66 ini, dimana arti ayat tersebut ”Dan Allah sudah membuat sebuah perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman juga tentram, rejeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah, karena itu Allah menimpakan kepada mereka bencana kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yang mereka perbuat.”#LSP

0 komentar:

 
Retorika Online © 2011 | Designed by Retorika Online, in collaboration with Unida Online, Email LSP Retorika and Marketing Iklan